Cara Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekitar Rumah dengan Pengolahan Sampah Organik

Menurut Kementrian Lingkungan Hidup (KLHK) sampah yang tercipta di daratan 60% nya adalah sampah organik. Di Indonesia sendiri, satu orang diperkirakan dapat menciptakan sampah hingga 1.3 juta ton setiap tahunnya, lalu bagaimana dengan satu keluarga? Berikut ini cara menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitar rumah dengan mengolah sampah organik.

Solusi untuk Mengurangi Sampah Organik

Sebuah solusi untuk mengurangi banyaknya sampah organik tentu saja harus dimulai dari diri sendiri. Salah satu cara adalah dengan belanja bahan makanan sesuai dengan kebutuhan agar tidak ada bahan yang terbuang. Cara ini bisa diaplikasikan dengan membuat list bahan makanan apa saja yang hendak dibeli supaya tidak ada pembelian karena lapar mata.

Komposting

Cara lainnya ketika sudah ada sampah organik adalah dengan pengelolaan yang baik termasuk lewat komposting menggunakan lalat BSF. Pemisahan antara sampah organik dan anorganik menjadi langkah awal yang perlu dilakukan terlebih dulu baru setelahnya melakukan pengomposan. Pengomposan bisa menjadi langkah dan cara menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitar rumah yang terbaik.

Tidak semua bahan organik bisa dipakai untuk pengomposan, beberapa bahan yang tidak boleh dipakai misalnya daging, lemak, susu, dan keju. Bahan-bahan yang dianjurkan misalnya yaitu buah atau sayuran busuk, daun kering, serasah tanaman, hingga bubuk kopi dan teh.

Bahan-bahan tadi dapat disimpan dalam beberapa tempat berbeda, pertama yaitu dengan membuat kotak pengomposan di halaman rumah. Jika takut berbau, maka Anda bisa membuat lubang biopori di dalam tanah agar tidak berbau dan tidak mengganggu mata. Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik yang sudah dikumpulkan tadi.

Secara alami, sampah organik sudah bisa menarik perhatian lalat untuk bertelur kemudian memakan bahan-bahan tersebut. Tetapi jika ingin cepat, Anda bisa menggunakan maggot BSF yang bahkan bisa mengelola daging ataupun bahan organik lainnya.

Untuk mempercepat pengomposan sendiri, sampah organik bisa dipotong kecil-kecil terlebih dahulu sebelum masuk ke bak pengomposan. Anda juga bisa menambahkan air agar tumpukan sampah bisa lembab dan memungkinkan berkembangnya organisme pengomposan lebih cepat. Suhu juga memainkan peran besar dimana suhu optimal berkisar di angka 27-40 derajat celsius.

Komposting sudah bisa dikatakan selesai ketika tumpukan sampah tadi sudah berubah warna menjadi hitam dan tidak ada lagi bau. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 4-6 minggu dan menghasilkan bahan seperti tanah yang bertekstur remah.

Komposting menjadi cara menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitar rumah dengan tingkat efisiensi cukup tinggi. meskipun seringkali tergolong susah, dengan pengomposan permasalahan sampah yang selama ini terus terjadi bisa dikurangi. Semua pengelolaan sampah organik harus dimulai dari rumah masing-masing untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan.

Posted on