3 Faktor Penyebab Klamidia yang Harus Anda Waspadai

Bila Anda mengalami gejala cairan keluar dari vagina, penis atau rektum diiringi rasa sakit saat buang air kecil atau berhubungan intim dengan pasangan, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter segera mungkin. Kemungkinan Anda menderita penyakit klamidia tidak pandang gender baik pria dan wanita. Supaya Anda lebih paham mengenai penyakit menular seksual ini, sebaiknya ketahui faktor penyebab klamidia yang harus diwaspadai.

Penyebab Anda bisa Tertular Klamidia

Penyakit ini bisa menyebabkan rasa nyeri saat berhubungan intim baik pria atau wanita, bahkan bisa mengeluarkan cairan tidak biasa seperti nanah. Bakteri Chlamydia trachomatis tidak menular lewat mandi bersama di sauna atau pelukan, ciuman dan aktivitas fisik yang tidak melibatkan hubungan intim.

Penyakit ini tidak menular pada pasien yang bersalaman atau sentuhan fisik sehingga Anda tidak perlu cemas berlebihan. Berikut beberapa penyebab yang bisa membuat Anda tertular penyakit klamidia yaitu :

1.                 Hubungan seksual yang sembarangan

Hubungan seksual yang dilakukan tanpa pengaman, bergonta-ganti pasangan atau perilaku seks yang menyimpang. Anda bisa tertular dari pasangan yang mungkin terkena infeksi bakteri dari orang lain. Seks vagina, oral atau anal pun berpeluang menularkan penyakit cukup tinggi sebab bakteri berada pada cairan praejakulasi, bukan sekadar cairan mani pria saja.

2.                 Kehamilan

Faktor yang menyebabkan Anda tertular bakteri Chlamydia adalah kehamilan. Ibu yang tertular penyakit dari sang suami yang melakukan seks bebas, maka berpeluang menularkan penyakit pada buah hati. Bila tidak ditangani serius, penyakit ini bisa menyebabkan anak yang lahir alami infeksi mata dan pneumonia, lho! Sebaiknya Anda rajin melakukan pemeriksaan dan perawatan bila terindikasi menderita klamidia selama proses kehamilan.

3.                 Risiko tertular yang tinggi

Anda bisa saja tertular penyakit yang sebabkan rasa nyeri dan pembengkakan pada bagian vital melalui kebiasaan hidup yang buruk. Orang yang masuk kategori rentan tertular penyakit seksual ini adalah acap berganti pasangan, aktif seksual sebelum umur 25 tahun dan memiliki riwayat penyakit kelamin lainnya.

Melakukan seks yang aman dengan memakai pengaman sangat disarankan untuk menghindari penularan penyakit. Jangan lupa untuk selalu melakukan tes secara rutin agar perawatan bisa dilakukan sebelum penyakit seksual berkembang semakin parah dan mengganggu kesehatan Anda dan pasangan, bahkan si kecil yang baru lahir ke dunia.

Pada pria, bakteri yang menginfeksi dan tidak mendapat penanganan serius bisa menyebabkan risiko infeksi kelenjar prostat dan peradangan pada saluran belakang testis yang mengalirkan sperma menuju uretra. Selain itu, dampak buruk dari penyakit ini bisa membuat wanita mengalami risiko terkena radang panggul dan hamil anggur.

Mencegah lebih baik dari mengobati klamidia sehingga Anda harus menerapkan hubungan seks yang aman dengan pengaman. Hindari berhubungan intim dengan pasangan yang tidak resmi sebab Anda bisa punya peluang tertular penyakit seksual lain seperti sifilis, gonore, HIV, dan AIDS.

Posted on